Sulut – pelopormedia.com – Konstelasi politik Sulawesi Utara kian memanas pasca pendaftaran Ketua DPD Partai Gerindra Sulut, Conny Lolita Rumondor (CLR), ke Partai Demokrat sebagai Calon Wakil Gubernur. Langkah ini tak hanya mengejutkan publik tetapi juga menambah ketegangan di panggung politik lokal yang semakin dinamis.
Pendaftaran CLR ke Partai Demokrat terjadi di tengah ketegangan yang terlihat antara CLR dan Ketua DPD Partai Demokrat Sulut (E2L).
Kedua tokoh politik ini sering lontarkan sindiran di media sosial, mencerminkan persaingan sengit yang kini semakin meruncing dengan pendaftaran CLR sebagai calon Wakil Gubernur dalam pemilihan kepala daerah yang akan datang.
Menurut pengamat politik Deddy Loing, pergerakan politik seperti ini adalah bagian dari dinamika yang wajar dalam politik. “Ya begitulah politik,” ujar Loing. “Pendaftaran kader partai adalah hal yang lumrah dan sering kali menjadi bagian dari strategi untuk memenangkan dukungan yang lebih luas.”
Pendaftaran CLR ke Partai Demokrat dipandang oleh banyak pihak sebagai strategi politik untuk memperkuat posisi Demokrat dalam Pilkada mendatang.
Interaksi antara CLR dan E2L di media sosial memperlihatkan betapa kompetitifnya persaingan politik di daerah ini. Penggunaan media sosial sebagai alat komunikasi politik semakin menunjukkan bagaimana politisi memanfaatkan teknologi untuk membentuk opini publik dan membangun citra di mata pemilih.
Loing menambahkan, “Penting untuk melihat bagaimana dampak jangka panjang dari langkah politik ini terhadap stabilitas dan koalisi partai-partai di tingkat lokal.
Secara keseluruhan, dinamika politik yang terjadi di Sulut menunjukkan betapa fluidanya situasi politik di daerah ini.
Aliansi dan persaingan bisa berubah dengan cepat, memberikan pilihan yang lebih beragam bagi para pemilih.
Namun, ini juga menuntut kewaspadaan dari masyarakat dalam menilai kredibilitas dan komitmen para calon pemimpin mereka.
Dengan perkembangan ini, Pilkada Sulut dipastikan akan menjadi salah satu kontestasi politik yang paling menarik untuk diikuti, dengan berbagai kemungkinan aliansi dan perubahan strategi yang akan terus terjadi hingga hari pemilihan tiba.**(IC)