Thomas Chandra Wasekjend PWRC melaporkan Oknum BNN Provinsi Prabumulih ke Inspektorat Pengawasan BNN atas tindakan anarkis dalam menjalankan Tugas.

oleh -888 Dilihat

JAKARTA,- Pelopormedia.com ||Merasa dirugikan atas razia yang dilakukan BNN (Badan Narkotika Nasional) Kota Prabumulih, Sumatera yang dinilai tidak profesional dan melalaikan aspek keselamatan, pelaku usaha hiburan malam di Palembang melaporkan ke Inspektorat Utama BNN pada hari Jumat 28 Juni 2024.

Akibat razia yang dinilai tidak profesional, membuat pegawai tempat hiburan malam di Kota Palembang menjadi korban tindak intimidasi hingga kekerasan fisik.

Bukan hanya itu, razia yang dilakukan oleh oknum petugas BNN Kota Prabumulih juga telah menyebabkan sejumlah kerusakan pada instalasi gedung tempat usaha. Seperti instalasi sistem kelistrikan yang rusak akibat korsleting.

Dikatakan Thomas Chandra pemilik DA club 41 dan juga sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Reaksi Cepat menjelaskan korsleting listrik disebabkan oleh salah satu petugas BNN yang sembarangan mengutik sistem kelistrikan dengan menaik-turunkan tuas atau handle instalasi listrik secara paksa!

Baca juga  Polres Bitung Memilih Bungkam Terkait Dugaan Gudang Solar Ilegal PT Wayamato Jobubu Makmur, Ada Apa ?

Dimana tindakan ini bila dilakukan tidak hati-hati bisa membahayakan dan kebakaran, karena di waktu kejadian sempat mengeluarkan percikan api. “Kejadian ini disaksikan oleh beberapa karyawan. Karyawan serta sak-saksi kami siap memberikan keterangan jika diperlukan,” ujarnya.

Selain menyebabkan kerugian akibat kekerasan fisik dan kerusakan sistem dan instalasi kelistrikan gedung usaha, yang paling mengkhawatirkan adalah tentang keselamatan pengunjung.

Pada saat dilakukan razia yang dinilai tidak sesuai standar operasi atau SOP ini, telah menciptakan kepanikan massa atau kerumunan pengunjung.

“Saat itu suasana menjadi chaos dikarenakan pengunjung ketakutan lalu berdesakan ingin keluar,” ucapnya.

Bahkan, akibat kepanikan massa yang ditimbulkan dari razia yang tidak profesional ini banyak pengunjung melaporkan kehilangan barang-barang pribadinya.

“Hilang karena tertinggal, barang pribadi seperti ponsel, kalung serta barang pribadi lainnya,” terangnya.

Baca juga  Seorang Pria Dianiaya Orang Tak Dikenal Saat Berada Di Dalam Warung Milik Samin Biga

Menurut Thomas yang juga sebagai Jurnalis Indonesia berdaulat.com mengatakan bila razia yang dilakukan BNN Kota Prabumulih ini dijalankan secara profesional dan sesuai SOP pasti tidak menimbulkan dampak yang merugikan bagi pelaku usaha yang juga mendukung pemberantasan peredaran narkoba.

“Kami sebagai pelaku usaha sepakat untuk mendukung aparat dalam pemberantasan pengedaran narkoba. Namun tidak dengan cara-cara yang bisa menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha,” tuturnya.

Untuk itu, berdasarkan sejumlah kerugian yang dialami, pelaku usaha hiburan malam di Kota Palembang ini melaporkan oknum petugas BNN Kota Prabumulih ke Inspektorat Utama BNN diwakilkan oleh Antonius Adrian Montolalu yang juga Sekjend Persatuan Wartawan Reaksi Cepat.

Penulis Hans Montolalu

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Pelopor Media di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.