Wow..Sempat Diberhentikan Kapolres, Galian C Ilegal Matani Kembali Beroperasi kotori Jln Trans Sulawesi, Masyarakat Minta Ketegasan APH

by -308 Views

MINSEL,PELOPOR MEDIA – Galian C yang diduga tanpa ijin atau ilegal marak di wilayah Amurang tepatnya yang ada Kecamatan Tumpaan. hal tersebut nampak kendaraan berukuran besar terus melintas di jalan trans Sulawesi terlebih melewati Mako Polres Minahasa Selatan

Namun, meskipun begitu aktivitas yang tidak menguntungkan bagi daerah lewat pajak tersebut, terus dibiarkan begitu saja oleh pihak penegak hukum Polres Minahasa Selatan

Anehnya lagi, pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan sudah sempat diberhentikan oleh Kapolres Minsel meskipun tanpa ada penindakan tegas sebagaimana kewenangan aparat penegak hukum

Bukan hanya itu juga, tindakan Kapolres yang pernah langsung terjun di lokasi seakan-akan dibuat malu oleh oknum yang terlibat pada galian tersebut, sebab aktifitas tersebut kembali di operasikan diduga tanpa sepengetahuan Kapolres

Baca juga  Konser Batal Dilaksanakan, Uang Tiket Masyarakat Tidak Dikembalikan Diduga Pihak Pasar Malam Dan Sponsor Rokok Glory Tipu Warga Minsel

lokasi ilegal melanggar hukum tersebut ternyata hanya beberapa hari di istirahatkan oleh aparat, sehingga menimbulkan kecurigaan besar masyarakat diduga adanya permainan belakang dengan pihak aparat dengan yang menangani galian ilegal

Hasil sidak dari Kapolres AKBP DAVID CANDRA BABEGA, S.I.K beberapa waktu lalu, tentu dipertanyakan oleh masyarakat. sebab meskipun sudah turun lokasi tetapi tidak ada tindakan tegas oleh pihak aparat terhadap pelaku yang menjalankan aktifitas ilegal

Masyarakat pun berharap agar pihak Polres Minahasa Selatan lewat Bapak Kapolres agar lebih serius menangani persoalan yang ada di masyarakat terutama berkaitan kepentingan bersama, sebab akibat kegiatan tersebut Jalan trans yang menjadi jalur masyarakat umum menjadi rawan terjadinya kecelakaan, di karenakan tanah yang terbuang di jalan trans tidak di bersihkan pihak galian C.

Baca juga  Diduga Kapal Tongkang Di Perairan Mobongo Rusak Ekosistem Terumbu Karang, Para Nelayan Protes

Sehingga masuk musim penghujan, jalan menjadi kotor bahkan licin yang berdampak pada keselamatan pengguna R2. (**)