Tradisi Jambra, Warga Dusun Satu Hidupkan Syiar dan Budaya Lokal di Desa Pentadu Barat

oleh -150 Dilihat

Tilamuta, pelopormedia.com – Warga Dusun Satu, Desa Pentadu Barat, Kecamatan Tilamuta, kembali menghidupkan salah satu tradisi budaya dan keagamaan yang khas: Jambra. Kegiatan ini berlangsung meriah dan khidmat di halaman rumah salah satu warga, diikuti oleh masyarakat lintas generasi yang turut larut dalam suasana penuh kekeluargaan dan keagamaan.jumat (4/7)

Jambra merupakan tradisi seni Islami yang berkembang di tengah masyarakat Gorontalo, khususnya di wilayah pesisir seperti Pentadu Barat. Dalam kegiatan ini, sekelompok warga duduk melingkar sambil menabuh rebana dan melantunkan puji-pujian, syair bernada dakwah, serta pantun-pantun adat yang menyentuh hati.

“Kami menyebutnya Jambra, ini bagian dari warisan orang tua kami yang masih kami jaga sampai sekarang. Ada nilai syiar, seni, sekaligus adat di dalamnya,” ujar Arman Akuba Kepala Wilayah Dusun Satu.

Baca juga  “Jerat Leasing Mandiri: Nasabah Kecil Diperas Rp12 Juta, Wartawan Diusir, Keadilan Dilanggar?”

Kegiatan ini biasanya digelar dalam momentum-momentum penting seperti syukuran keluarga, peringatan Maulid Nabi, acara pra-pernikahan, atau bentuk zikir berjamaah yang dikemas secara budaya. Jambra bukan hanya pertunjukan seni, tetapi juga media penyambung silaturahmi warga dan sarana menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini kepada anak-anak.

Uniknya, kegiatan Jambra malam itu turut diikuti oleh anak-anak dan remaja. Mereka tak hanya menonton, tetapi ikut mempelajari cara menabuh rebana dan menghafal syair-syair tradisi. Ini menjadi pertanda bahwa warisan budaya tidak berhenti di generasi tua, tetapi terus tumbuh di tangan generasi muda.

Pemerintah Desa Pentadu Barat memberikan apresiasi atas semangat pelestarian budaya yang ditunjukkan oleh warga Dusun Satu. Diharapkan kegiatan seperti ini bisa masuk dalam program kebudayaan desa agar menjadi agenda rutin dan resmi.

Baca juga  APRN Desak APH Seriusi Laporan Masyarakat Terkait Penyalahgunaan Wewenang Mantan Kades Pentadu Barat

“Tradisi seperti Jambra harus kita dukung dan dokumentasikan, karena ini bagian dari identitas dan kekayaan budaya yang tidak boleh hilang,” ujar Tamin Saidi selaku Penjabat Kepala desa yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dengan semangat kebersamaan dan cinta akan nilai-nilai adat serta agama, warga Dusun Satu sekali lagi membuktikan bahwa budaya lokal adalah napas kehidupan masyarakat yang harus terus dijaga dan diwariskan.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Pelopor Media di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.