
MINSEL,PELOPOR MEDIA – Kasus dugaan gratifikasi yang sementara mengalir di meja Polda Sulawesi Utara saat ini menjadi perhatian masyarakat terlebih warga Minahasa Selatan. Pasalnya, dalam dugaan tersebut terdapat salah satu oknum pejabat nomor satu di Minahasa Selatan yang ikut terlibat dengan tujuan untuk meraih penghargaan WTP tahun 2024
Dugaan tersebut selalu menjadi perbincangan hangat masyarakat pada salah satu rumah kopi yang ada di Amurang, masyarakat hendak menjadi penasaran menunggu kepastian akan proses yang sementara mengalir di meja Polda Sulut
EL menjelaskan peristiwa tersebut sangat mengejutkan warga Minsel, apalagi dugaan hanya untuk mendapatkan suatu penghargaan. Ini sangat jarang terjadi sehingga dengan adanya informasi yang sempat ramai beberapa waktu lalu, tentu pihak Polda sudah punya kajian yang harus di dalami untuk masuk dalam tahap penetapan tersangka. Jumat (14/11/2025)
“masyarakat berharap, pihak Polda Sulut dengan adanya dugaan tersebut yang menyeret nama salah satu pejabat penting di Minsel seperti yang disebutkan oleh salah satu media di platform fb, agar proses yang dilakukan dapat lebih transparan dan profesional, sebab gratifikasi merupakan tindakan yang merugikan dan menguntungkan kepentingan pribadi” harapnya
“Pak Kapolda warga Sulawesi Utara, sehingga ini menjadi tantangan besar dalam menuntaskan kasus yang ada di Minahasa Selatan apalagi yang melaporkan termasuk orang dekat di Bupati masa itu, tinggal pilih memihak kepada rakyat atau pejabat” tutupnya.
Sebelumnya informasi yang di dapatkan, Polda Sulut telah melakukan pemeriksaan terhadap Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Minahasa Selatan beserta Pejabat nomor satu.
Pemeriksaan menyangkut dugaan yang dilaporkan masyarakat terkait gratifikasi, dalam hal untuk mendapatkan penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPKP Sulawesi Utara Tahun 2024. (M06)
