
MINSEL,PELOPOR MEDIA – Anggaran dana desa tahun anggaran 2024 Desa Sulu Kecamatan Tatapaan diragukan Masyarakat setempat, pasalnya dari beberapa item kegiatan yang telah dijalankan diduga terjadi Mark up anggaran
Dari informasi yang didapatkan media, item yang diduga terjadi Mark up diantaranya, Pelatihan Linmas serta Ketahanan Pangan. Dalam data yang ada, Pelatihan Linmas dianggarkan sebesar Rp 17.250.000 dan program ketahanan pangan sendiri 20% yang diambil dari pagu Rp. 731.783.000
Pada program ketahanan pangan didapatkan, ada tiga item pengadaan seperti, Jagung, padi serta pupuk, semua itu diperuntukan bagi masyarakat
Salah satu masyarakat Desa Sulu menjelaskan, pengadaan tersebut memiliki keganjalan disebabkan irigasi milik Desa Sulu sudah lama rusak berdampak sawah milik masyarakat sudah tidak dapat di aliri air
” Yang saya tau, irigasi desa Sulu sudah lama rusak, lantas mengapa Hukum tua lakukan pengadaan padi dan apakah di ketahui sepenuhnya masyarakat, sebab terkait pengadaan tersebut banyak tidak di ketahui warga” ucapnya
Menindaklanjuti informasi tersebut, Pj Hukum Tua Desa Sulu Fonny Lolowang saat dikonfirmasi via WhatsApp menegaskan informasi terkait irigasi rusak sangat keliru karena irigasi rusak nanti pada tahun 2025
“Terkait kegiatan ketahanan pangan tiga item Jagung, Padi dan Pupuk sudah dibagikan sepenuhnya pada masyarakat” katanya
Dari informasi tersebut, Pj Hukum Tua Fonny Lolowang saat ditanya soal jumlah baik penerima Jagung,Padi dan Pupuk belum dapat memberikan informasi. (MqL)
