Maraknya Pemain Solar di SPBU Modal Rekomendasi Dinas, Petani Modoinding Menjerit, Aparat Diam Tanpa Tindakan,, Siapa Yang Diuntungkan..?

by -3 Views

MINSEL,PELOPOR MEDIA – Sejumlah petani holtikultura yang ada di Kecamatan Modoinding (Minsel) mengeluhkan susahnya dalam mendapatkan pasokan BBM jenis solar subsidi tepatnya di beberapa SPBU yang ada di Minahasa Selatan, padahal sangat di butuhkan untuk alat pertanian (tractor) yang ada

Salah satu warga Kec.Modoinding yang namanya tidak ingin disebutkan, menjelaskan masyarakat lebih mudah membeli BBM di luar Kabupaten dari pada daerah sendiri, Selasa (5/4/2026)

Pernah kita turun bawah 10 Gelon, tujuan membeli solar dan itu sudah dilengkapi dengan rekomendasi Dinas Pertanian untuk digunakan pada alat tractor, tetapi pihak SPBU sendiri lebih prioritaskan jerigen jerigen yang peruntukannya tidak jelas

Baca juga  Konser Batal Dilaksanakan, Uang Tiket Masyarakat Tidak Dikembalikan Diduga Pihak Pasar Malam Dan Sponsor Rokok Glory Tipu Warga Minsel

“Jangan selalu membawah-bawah nama petani sedangkan kami sendiri petani,justh kehabisan akal dalam membeli solar untuk digunakan pada alat pertanian, dalam tiap surat rekomendasi punya batas kuota, sehingga Kouta 300 liter harusnya tidak semudah itu digunakan tiap hari untuk pengisian” ucapnya

Ia meminta pihak dinas baik Pertanian maupun Perikanan agar jangan sembarangan mengeluarkan rekomendasi untuk pembelian BBM, minimal harus ada pembuktian yang mana BBM itu memang untuk kepentingan pertanian, karena imbasnya justru yang membutuhkan tidak dapat sama sekali

Sekali-kali Dinas turun langsung di SPBU jangan cuma asal keluarkan surat rekomendasi, begitu juga petugas” tegasnya

Perlu diketahui kecamatan Modoinding merupakan pemasok hasil Holtikultura sehingga dijuluki dapur Indonesia Timur yang menyajikan berbagai kebutuhan pertanian untuk masyarakat Sulawesi Utara bahkan luar daerah

Baca juga  Ketua Umum GMPRI Desak Kejati Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dana Hibah dan CSR Bank Sulutgo

Sehingga sudah seharusnya ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten maupun Aparat dalam hal ini Polres Minsel untuk menertibkan surat rekomendasi yang tidak sesuai peruntukan, Sebab dampak dari itu semua akan berimbas pada harga jual hasil pertanian yang akan jadi mahal di masyarakat luas. (MqL)