Sejumlah Kader Partai Nilai FAM Tak Layak Kembali Bergabung Gerindra Minsel, Mundur Diri dan Perusakan Atribut Jadi Sejarah

by -3 Views

MINSEL,PELOPORMEDIA.COM – Loyalitas kader sangat dibutuhkan penuh terhadap suatu organisasi partai politik sebab dengan adanya kebersamaan dalam tubuh partai maka akan memperkuat mesin partai yang berjalan, dengan munculnya sebuah sikap ingin kembali dari Freddy Masie menimbulkan reaksi panas dari sejumlah pengurus

Sejumlah pengurus internal partai menjelaskan keputusan untuk keluar dalam komposisi partai harusnya sudah dipikirkan secara baik oleh setiap orang, sebab tindakan tersebut tidak pernah di inginkan bagi partai mana pun kecuali dikeluarkan karena sebuah masalah

Apalagi dengan adanya penegasan yang kuat dari Ketua DPD Sulut yang saat ini adalah Gubernur Terpilih Sulut periode 2025-2030, Yulius Selvanus Komaling (YSK) pada HUT Partai beberapa waktu lalu terkait loyalitas kader

Baca juga  Stock BBM di SPBU Amurang Mencukupi,Lidya : Semua Sesuai Aturan

Untuk kepemimpinan saat di di Minahasa Selatan masih tetap kami akan mandatkan pada Ester Kalangi sehingga sangat keliru jika ada oknum yang sengaja apalagi sudah keluar lantas masuk kembali merombak organisasi yang sementara di benahi secara baik

Bukan hanya itu, FAM juga di anggap sudah tidak ada peluan dikarenakan Fam dinilai telah mendiskreditkan marwah partai dan Ketua Umum Presiden Prabowo Subianto serta Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling

Mereka menilai tindakan yang pernah terjadi beberapa waktu lalu pasca Pilkada 2024 menjadi sejarah terpenting yang tak terlupakan karena menimbulkan pelecehan terhadap partai itu sendiri karena foto yang terpampang dalam baliho yang dirusak adalah simbol partai sehingga tindakan seperti itu harusnya tidak perlu dilakukan

Baca juga  Diduga Ilegal Galian C Kompleks Pelayaran Tawaang Terus Beroperasi, APH Di Minta Tindak Tegas

Mereka juga mengaku keberatan sebab bukan semata-mata karena emosional pribadi, melainkan sebagai bentuk empati serta kecintaan bahkan loyalitas terhadap kepengurusan saat ini yang dipimpin oleh Kalangi. (**)